5 Fakta Menarik tentang Dampak Psikologis dan Kesehatan dari Beres Beres Rumah

5 Fakta Menarik tentang Dampak Psikologis dan Kesehatan dari Beres Beres Rumah

    Dibaca 1559 kali

Bagi Anda yang kerap malas beres beres rumah, mulai sekarang Anda harus meninggalkan kebiasaan jelek tersebut. Pasalnya, kian hari semakin banyak studi yang membuktikan rentetan dampak baik bersih-bersih rumah secara psikologis dan kesehatan. Tak percaya? Coba baca baik-baik penjelasannya berikut ini. Dijamin Anda akan menyesal karena selama ini sering enggan untuk bersih-bersih!

Yuk Beres Beres Rumah untuk Mendapatkan Jajaran Dampak Positif Berikut


Sumber foto

1. Mencegah Stres

Yang unik, sebuah studi yang dihelat pada tahun 2010 dan diterbitkan pada jurnal Personality and Social Psychology Bulletin. Studi ini diikuti oleh 60 peserta dengan bantuan software analisis linguistik. Hasilnya, para wanita yang mendeskripsikan rumah mereka dipenuhi dengan ‘barang berserakan’ cenderung depresi dan nampak kelelahan.

Sebaliknya, wanita yang mendeskripsikan rumahnya sebagai rumah yang ‘rapi’ dan ‘damai’ nampak lebih bahagia. Studi ini masih berlanjut dengan penemuan bahwa wanita yang memiliki rumah dengan barang berserakan memiliki level hormon stres kortisol yang lebih tinggi. Jadi, kapan nih Anda mulai menyempatkan waktu untuk bersih-bersih rumah?

2. Secara Tak Langsung Menyehatkan

Secara logika, kegiatan beres beres rumah memang memaksa tubuh Anda untuk bergerak secara lebih aktif. Hal ini pun ternyata memberi sumbangsih yang tak bisa diremehkan terhadap kesehatan tubuh Anda.

Buktinya, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Profesor NiCole R. Keith, Ph.D. dari Indiana University mengungkapkan bahwa kesehatan fisik orang dengan rumah yang bersih cenderung lebih tinggi. Penelitian ini pun digelar pada lebih dari 900 orang peserta.

3. Bikin Panjang Umur

Tahun lalu, sebuah riset mengenai aktivitas beres beres rumah mengeluarkan hasil yang menggembirakan. Diterbitkan di Journal of the American Geriatrics Society, riset ini memaparkan bahwa aktivitas bersih-bersih rumah bakal meminimalisir risiko kematian bagi wanita yang berumur 63 hingga 99 tahun.

Kendati digelar di Amerika Serikat dengan peserta manula, profesor Michael LaMonte selaku kepala penelitian menegaskan bahwa efek ini tetap berlaku pada semua ras dan segala golongan usia. Ini karena beres beres rumah memang memang melibatkan aktivitas fisik yang bisa membakar kalori dan menjauhkan pelakunya dari risiko obesitas.

4. Menaikkan Daya Fokus

Anda sering kesulitan untuk fokus mengerjakan tugas sekolah, tugas kuliah, atau tugas kantor di kamar Anda? Nah, bisa jadi ini disebabkan oleh keadaan kamar Anda yang berantakan. Pada tahun 2011, para peneliti di Princeton University menemukan bahwa melihat barang yang berserakan bisa membuat seseorang sulit untuk fokus pada sebuah pekerjaan.

Lebih lanjutnya, setiap manusia punya bagian otak yang bernama korteks visual. Bagian otak ini disinyalir akan merasa panik jika melihat objek yang tak relevan dengan tugas nampak berserakan di mana-mana. Maka dari itu, pikiran Anda secara otomatis akan merasa terganggu oleh kondisi seperti ini. Alhasil, tugas yang dikerjakan tidak bisa dikerjakan dengan baik dan efektif.

5. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Mungkin fakta yang satu ini terdengar aneh, namun sudah ada riset yang membuktikan kebenarannya. Sebuah survei sempat digelar oleh National Sleep Foundation di Amerika Serikat. Hasilnya adalah orang yang selalu menata tempat tidur setiap pagi tidurnya lebih nyenyak 19 persen dari mereka yang tak punya kebiasaan ini.

Sedangkan untuk orang yang punya kebiasaan membersihkan sprei juga dikatakan tidur lebih lelap hingga 75 persen ketimbang mereka yang malas membersihkan sprei mereka. Usut punya usut, semua ini berkat efek rasa nyaman yang ditimbulkan oleh tempat tidur yang bersih. Nah, aktivitas menata tempat tidur dan membersihkan sprei masuk ke dalam kategori beres beres rumah kan?

jika merasa kesulitan dalam membersihkan? Hubungi kami melalui chat box atau hubungi kami hes.co.id disini .

Bootstrap Templates by uiCookies