Mengulik Suka Duka Di Balik Tugas Maintenance Gedung

Mengulik Suka Duka Di Balik Tugas Maintenance Gedung

    Dibaca 991 kali HES Indonesia tips jasa Office Support

Setiap pekerjaan pasti ada yang namanya suka dan duka. Tak terkecuali pada pekerjaan yang berhubungan dengan tugas maintenance gedung. Kerap dipandang sebagai pekerjaan yang remeh, justru pekerjaan ini sebenarnya cukup menggiurkan. Karena secara sekilas saja dapat dilihat bahwa angka pertumbuhan gedung akan semakin berkembang dari tahun ke tahun. Lebih detailnya, simak penjelasan berikut.

Kelebihan Pekerjaan Tugas Maintenance Gedung

  1. Gaji Tinggi

Berdasarkan sebuah riset oleh Bureau of Labor Statistics di Amerika Serikat tahun 2017, seorang petugas maintenance gedung punya gaji rata-rata hingga $37,670 per tahunnya. Hal ini tentu saja bukan sesuatu yang mengherankan, mengingat di Amerika Serikat, ada ribuan gedung yang memerlukan jenis jasa seperti ini. Begitu pula dengan di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta hingga Surabaya.

  1. Pekerjaan yang Tak Membosankan

Tugas maintenance gedung itu lumayan kompleks. Tidak hanya melulu membersihkan, seorang petugas maintenance gedung juga wajib melakukan beberapa macam instalasi di dalam gedung. Contohnya seperti pemasangan kabel atau pemasangan perabot baru. Jadi, sebenarnya pekerjaan menjadi petugas maintenance gedung itu jauh dari kata ‘membosankan’.

  1. Banyak Pengalaman

Karena pekerjaannya tidak hanya soal bersih-bersih, maka otomatis petugas maintenance gedung akan punya banyak pengalaman kerja. Utamanya yang berhubungan dengan instalasi perabotan dan peralatan dalam gedung, perbaikan interior dan eksterior gedung, hingga pengetahuan soal bahan-bahan konstruksi. 

  1. Prospek Pekerjaan yang Cerah

Semakin hari, petugas maintenance gedung kehadirannya akan semakin dicari. Alasannya karena angka pertumbuhan gedung akan semakin bertambah setiap tahunnya. Dengan begini, prospek pekerjaan ini diperkirakan akan sangat menjanjikan. Sebagai bukti, di Amerika Serikat saja sudah banyak universitas yang membuka jurusan Building Maintenance. Salah satunya di University of Illinois.

Kekurangan Pekerjaan Tugas Maintenance Gedung

  1. Terpapar pada Risiko Kontaminasi

Ketika seorang petugas maintenance gedung membersihkan gedung, ada kemungkinan bahwa gedung tersebut sudah lama tidak dibersihkan. Maka dari itu, petugas bisa saja mendapati dirinya berjibaku dengan tumpukan debu dan risiko persebaran kuman.

Belum lagi kalau petugas harus mengecat ulang atau memberi minyak pada beberapa perabotan di kantor. Bisa jadi terdapat pula risiko terjadinya kontaminasi bahan yang masuk melalui hidung petugas. Semua risiko ini akan terjadi secara berulang selama petugas masih aktif bekerja sebagai petugas maintenance gedung.

  1. Kemungkinan Bekerja di Akhir Pekan

Tugas maintenance gedung yang lumayan membuat duka adalah tak bisa menikmati akhir pekan. Pasalnya, kebanyakan pemilik gedung pasti menginginkan proses pembersihan atau perbaikan gedung dilakukan pada hari Sabtu atau Minggu.

Apalagi kalau gedung tersebut fungsinya adalah sebagai gedung perkantoran. Kenapa akhir pekan? Ini agar petugas maintenance gedung bisa bekerja dengan leluasa tanpa ada lalu lalang dari orang yang biasa menghuni gedung di hari kerja.

  1. Bertanggung Jawab Tinggi dan Mendetail

Seorang petugas maintenance gedung harus punya rasa tanggung jawab yang tinggi dan punya sense yang mendetail. Kalau ada kesalahan sedikit, bisa saja hasilnya menjadi fatal. Sebut saja yang berhubungan dengan instalasi listrik atau pemasangan perabot pada ketinggian lantai tertentu. Tanggung jawab ini juga bisa jadi terus dibawa dengan memelihara gedung setiap minggu.

Nah, Anda tengah mencari para ahli maintenance gedung profesional? Silahkan hubungi perusahaan cleaning HES di situs resminya di http://hes.co.id/. Selain tugas maintenance gedung, HES juga menyediakan jasa kebersihan lain seperti pest control, gardening, hingga hygiene service. Sebelum keduluan mengantri dengan yang lain, yuk segera hubungi dan pesan jasanya sekarang!

Bootstrap Templates by uiCookies