Inilah 5 Syarat Wajib Agar Fogging Nyamuk Bisa Efektif

Inilah 5 Syarat Wajib Agar Fogging Nyamuk Bisa Efektif

    Dibaca 2515 kali HES Indonesia cleaning jasa general cleaning Hygiene

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit mematikan yang begitu sangat berbahaya bagi manusia. Bahkan di Indonesia, sudah ada banyak sekali wabah DBD yang begitu meresahkan hingga memakan korban jiwa. Berbagai cara pun dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mencegah DBD, seperti salah satunya adalah aksi fogging nyamuk yang dilakukan dengan tepat.

5 Syarat Wajib Fogging Nyamuk Agar Efektif Berantas DBD

Radius Harus Tepat

Meskipun pada dasarnya fogging nyamuk adalah melakukan pengasapan dengan sebuah mesin berteknologi sederhana, petugas yang beraksi tidak boleh bertindak tanpa aturan. Ada radius tertentu dalam pengasapan agar sarang-sarang nyamuk DBD diberantas dengan maksimal. Caranya adalah memperhitungkan jarak dari tempat pasien terjangkit.

Misalkan saja seorang anak positif mengalami DBD, maka radius tepat untuk melakukan fogging adalah dalam jarak 100 meter dari rumahnya. Kenapa begitu? Karena 100 meter adalah jarak optimal bagi nyamuk DBD untuk berpindah tempat dan membentuk sarang baru. Untuk itulah kalau bisa fogging tidak dilakukan per-RT, tapi lingkupnya wajib lebih luas yakni dalam satu RW.

Dosis Diperhatikan

Seorang petugas fogging nyamuk dari jasa cleaning service yang profesional jelas memperhatikan betul dosis perbandingan obat. Karena aksi fogging ini memiliki standar operasional. Misalkan saja dosisnya 5/15, maka artinya lima dosis insektisida berbanding dengan 15 liter minyak

Jika petugas fogging tidak mencampurkan dosis secara tepat, maka akibatnya lantai rumah menjadi licin. Hal ini dibenarkan oleh Budi Haryanto, peneliti dari FKM UI bahwa jika dosis fogging tidak tepat, hanya minyak yang dihasilkan dari pengasapan itu sehingga membuat benda-benda jadi licin. Selain itu dosis yang keliru juga dikhawatirkan membuat nyamuk DBD malah resisten insektisida.

Amati Arah Angin

Tampak sederhana, tapi arah angin memiliki dampak besar dalam kesuksesan sebuah fogging. Karena angin juga bisa membawa nyamuk terbang berpindah menghindari asap insektisida itu sendiri. Untuk itulah petugas harus menyemprotkan asap sesuai arah angin agar bisa mengejar nyamuk-nyamuk. Jika melawan arah angin, asap fogging malah mengenai petugas dan bahaya.

Dilakukan di Daerah Terdampak

Dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pengendalian DBD, disebutkan jika fogging nyamuk bisa dilakukan setelah Puskesmas setempat melakukan kajian. Sehingga bisa diartikan kalau fogging boleh dilakukan setelah ada kasus DBD sehingga area terdampak benar-benar jadi fokus utama. Untuk itu jika ada tetangga yang mengalami DBD, Anda harus melaporkan ke Puskesmas.

Waktu Pemberian Fogging

Syarat lain agar fogging bisa efektif adalah melakukan pengasapan di waktu yang tepat. Dari penelitian terungkap bahwa waktu terbaik untuk fogging adalah pukul 09.00 - 15.00. Karena di jam-jam ini, nyamuk sudah mulai beraktivitas sehingga fogging akan langsung membunuh mereka. Jika dilakukan terlalu pagi atau sore hingga malam hari tak akan efektif karena nyamuk DBD sedang istirahat.

Dari ulasan di atas terbukti bahwa memang proses fogging tidak bisa dilakukan sembarangan. Butuh tenaga ahli yang benar-benar profesional dan berpengalaman agar pengasapan sarang nyamuk bisa maksimal memberantas DBD. Berangkat dari fakta itulah, kami HES (PT Hygienis Environmental Service) pun hanya mempekerjakan tenaga terbaik untuk layanan yang sempurna.

Sudah berdiri sejak tahun 1995, kami selalu memberikan pelayanan maksimal dalam bidang jasa cleaning service seperti salah satunya fogging nyamuk. Untuk itulah Anda bisa langsung menghubungi kami saat membutuhkan fogging. Tak perlu khawatir, tim kami yang profesional siap memberantas sarang dan jentik-jentik nyamuk dengan optimal demi hasil yang memuaskan.

Hubungi kami hes.co.id melalui chat box atau hubungi disini.

Bootstrap Templates by uiCookies